Senin, 27 Juni 2016

Puisi Cinta : Pesanku Malam Ini



Pejamkan kedua mata malam ini,
lepaskan keluh-kesah yang berlarut-larut mengusik relung hati,
lelapkan peristirahatan dalam naungan Sang Ilahi,
biarkan aku membangunkanmu pagi nanti,
sehangat matahari mengusap halus seisi bumi.

Resapi makna tumpahan cat warna-warni kehidupan di kanvas mimpi,
yang pernah tersapu kuas,
dan terbingkai sebagai kebahagiaan, kepedihan, serta penyesalan abadi,
ataupun guratan-guratan samar
yang kelak tertoreh untuk mengajarkanmu sebuah arti.

Pejamkan kedua mata malam ini,
denyut nadiku berdetak mengiringi degup jantungmu,
merasakan sesak, juga sedu-sedanmu.
Berharap suaraku yang kau dengar sebelum memulai hari,
mampu menghapus segala pilu,
seperti bulir-bulir embun membasuh paras muram dedaunan layu.

Baca Selengkapnya »

Puisi Cinta : Rapuhku



senandung nada bergema
menemani sepinya hasrat yang kian membara dalam sukma
entah apa yg membuat terpaku
menusuk relung dada

rapuh…
Bagaikan pohon diterpa badai
seakan tak ada lagi gairah
hampa hati bersama cinta

yangg tak pernah mengerti perasaan
bahkan menggoyahkan kokohnya hati ini
rapuh…
Cinta yangg kini dirasakan telah musnah dimakan bara api

Baca Selengkapnya »

Sabtu, 25 Juni 2016

Puisi Rindu : Nahkoda Rinduku



Terombang ambing dilaut biru
Perahu kayu tanpa nahkoda
Kukayuh arungi samudera
Membawa rasa rinduku.

Kemana kuharus berlabuh..?
Oleng tanpa arah
Rinduku kini tak bermuara
Tanpamu nahkodaku.
Berpegang pada angin

Bertumpu pada arus gelombang
Agar dapat kucapai tepian rindu.
Disini ku tetap menunggu
Menopang rinduku.(Masih adakah ruang rindu dihatimu untukku)

Baca Selengkapnya »

Puisi Rindu : Sisa Tangisanku



Aku menangis pilu ..
Kerinduan yang mekar seperti bunga
Aku menunggumu sekali lagi
Bisakah kamu mendengarku

Aku melihatmu dari belakang dan menangis
Ketika aku berpikir tetangmu
Air mata ini mengalir terus menerus
Hanya kamu lah cintaku

Siang dan malam mengingatmu
Aku ingin kenangan masa lalu kita
Seperti kabut putih yang menebar
Kamu lah orang yang kurindukan

Aku sungguh mencintaimu
Jangan lupakan aku
Ingatlah selalu aku dan cintaku
Katakan padaku kau masih mencitaiku

Baca Selengkapnya »

Jumat, 24 Juni 2016

Puisi Islami : Ramadhanku



Teringat saat masih kecil,
Ayah dan Ibu mengajarkan ku tuk bangun tengah malam,
Dengan malas dan rasa kantuk yang menggelayutiku
Ayah menuntunku untuk bersantap sahur bersama keluarga.

Sementara itu,
Ibu menyajikan hidangan hallalan toyyiban
Diatas piring-piring suci penuh harapan
Harapan akan ibadah puasa yang diterima oleh-Nya.

Selang beberapa menit sesudahnya,
Ayah memimpin kita untuk berdo’a bersama,
Dengan penuh rasa syukur kami memohon
Atas segala nikmat dan ridho-Nya.

Ramadhan ku..
Kini aku telah dewasa,
Sungguh waktu bejalan begitu cepatnya,
Potongan-potongan kisah akan perjalanan mu
Tak pernah aku lupakan sampai saat ini.

Ramadhan ku..
Aku menyambutmu seperti aku menyambut pintu surga-Nya
Perkenankanlah aku tuk merangkulmu disetiap hembus nafasku,
Untuk senantiasa menjadi hamba yang tak pernah lupa akan kewajiban-Nya,
Untuk menjadi manusia yang pantas menempati surga-Nya.

Baca Selengkapnya »